Copyright © Perjalanan Hidupku
Sunday, January 10, 2016

Perjalanan dari Masuk STAN Hingga Bekerja di DJP

Tahun ke-1, Tahun 2010

Keputusan itu sudah aku ambil. Aku memilih mencoba merantau di ibu kota negara. Awalnya memang tak kusangka kalau aku lolos dengan persaingan 1:400. Itu adalah takdir, sudah tertulis di Lauh Mahfudz bahwa memang aku akan diterima di STAN (red: PKN-STAN). Tinggal aku akan menjalaninya atau aku akan tetap bersekolah di kota yang sama semasa menengah ke atas.

Waktu itu bulan puasa, pertengahan Agustus 2010. Kami yang sebelumnya dikumpulkan dalam satu wadah organisasi daerah, PASPILO (Paseduluran Priyayi Solo). Dikoordinir oleh kakak kelas yang sudah lulus. Dibantu untuk mencari kosan bareng-bareng. Dalam satu bus melaju pergi meninggalkan Kota Solo dan melesat menuju ibu kota.


Dipertemukan dalam satu misi yang sama, mencari kosan atau kontrakan untuk dijadikan tempat bernaung dan merebahkan badan selama menjadi anak kuliahan. Disitulah kontrakan Jl. Hiu 4 No. 5, bercat biru, 5 kamar, 1 tempat cuci baju dan 1 ruang dapur dan mencuci piring. Berjarak 10-15 menit jalan kaki santai dari kampus STAN.

03 Oktober 2010

Itulah hari pertama masuk kuliah. Tak ada cerita yang bisa aku bagi terkait ospek atau kami menyebutnya dinamika. Aku dengan polosnya tak ikut andil dalam ospek tersebut. Hanya ikut pra-dinamika.

Di kampus STAN, kau bakal menemukan teman-teman yang hampir dari seluruh Indonesia. Asik bukan? Engkau akan mempelajari banyak hal. Kebiasaan-kebiasan orang berbeda, logat, bahasa, karakter. Bisa dibilang tempat ini adalah miniatur Indonesia. Engkau akan tersadar bahwa banyak orang-orang genius yang berkumpul di tempat ini. Bagaimana tidak? Demi STAN banyak yang sudah diterima di ITB, UGM, ITS, UI rela ditinggalkan.

Tahun pertama di STAN, biasanya mahasiswanya masih takut DO (Drop Out). Makanya pada masih rajin-rajin belajar. Ikut tentir sana-sini. Segala kisi-kisi difotokopi. Panik kalau ada mahasiswa lain yang pegang fotokopian dan kitanya belum punya. DO itu bukan mitos, apalagi dosen killer. Nyatanya di tahun pertama ada satu temanku yang di DO gara-gara dapat nilai E. DO berlaku bila kamu masuk kuliah kurang dari 80% atau ada nilai E atau IPK kurang dari 2,75. Tapi tenang, nyatanya kakak bisa selesai kuliahnya dan bekerja sekarang. Selama kalian mau belajar dan tahu diri semuanya bakal terlewati seiring berjalannya waktu.

Tahun ke-2, 2011

Untuk semester 1 IP-mu bisa 2,45, tapi kalau kurang dari itu DO. Dan untuk akumulasi semester 1 dan 2 atau IPK nya harus di atas 2,75. So, bila semester 1 antara 2,45-2,75 ya kamu harus extra effort agar IPK bisa di atas 2,75. Waktu semester 1 kakak IP-nya dapat 3,49, hampir cumlaude. Di semester 2 dapat 2 dosen killer. Masa agama hanya dapat 60-an. Dosen satunya juga penyebab temanku yang ke-DO. Untung aku masih dapat nilai 60-an. Nilai-nilai 60-an ini yang menyebabkan IPK turun bak meteor jatuh.

Kakak ini masuk spesialisasi Akuntansi. Mayoritas mata kuliahnya terkait Akuntansi. Dari Pengantar Akuntansi I, Pengantar Akuntansi II, Intermediate, Lab. Akuntansi, Akuntansi Pemerintah I, Akuntansi Pemerintah II, Advance Accounting, Audit, dsb. Itu gambaran singkat terkait mata kuliah spesialisasi akuntansi.

Tahun ke-2 di STAN itu seperti tahun santai-santai. Banyak main kesana kemari. Hampir lupa kalau ada DO yang masih tetap mengancam. Di tahun inilah banyak korban tumbang. Harusnya lebih erat mengikat sabuknya bukan malah dikendorkan. Seingatku hampir satu kelas (jumlah total dari kelas A-AH) yang di DO di tahun ke-2. Entah faktor dosen killer, IPK kurang, dsb. Yang pasti kalau kamu belajar dengan benar, DO itu akan lewat.

Tahun ke-3, 2012

Naik ke tingkat 3 berarti inilah tahun terwoles. Kalau di semester 5 kamu gak lulus bisa mengulang di tahun depannya. Tapi apa mau harus mengulang dulu gitu? Kalau kakak sih enggak. Pas jamannya kakak juga ada beberapa yang harus mengulang. Di semester 6 inilah yang enak. Mata kuliah sedikit, banyak waktu leha-leha, main-main dan tiduran di kosan. Enaknya lagi kalau sudah tingkat 3 dapat uang saku 100 rb dan dirapel 3 bulan sekali jadi 300 rb. Lumayanlah sedikit menambah uang jajan.

Waktu semester 6, angkatan kakak spesialisasi juga harus melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL). Awalnya PKL di pemda diperbolehkan. Tapi instruksi dari orang atas harus di lingkungan Kementerian Keuangan. Jadilah waktu itu harus berebut kuota dengan anak spesialisasi pajak. Akhirnya kakak harus mengalah PKL di Kanwil DJP Bali. Pada masa mendatang kakak bekerja juga dapetnya di pulau yang sama. Sebulan PKL, memotong di bulan puasa juga waktu itu. Laporan selesai dan menunggu yudisium. Ibarat pernikahan, yudisium itu ijab qobulnya sedangkan wisuda itu acara resepsinya. Lebih jelasnya yudisium itu wajib, bahkan kalau sampai gak ikut yudisium saja kelulusan dibatalkan.

23 Oktober 2013


Awalnya jadwal wisuda itu 10 Oktober 2013. Kenapa bisa diundur menjadi tanggal 23 Oktober 2013. Baru tahu ya wisuda bisa diundur? Mungkin sekali itu saja kali ya kejadian wisuda sampai diundur. Sudah pesan tempat wisuda di SICC, Sentul, Bogor. Sudah banyak yang beli tiket kereta, pesawat, hotel. Eh malah diundur. Singkat cerita, tanggal 10 Oktober 2013 Menteri Keuangan lagi ada acara di luar negeri. Dan ngebet banget harus hadir dan memwisuda kami-kami ini. So istimewa bangetlah ya.
Disisi lain, hari-hari itulah kakak bisa mengajak orang tua untuk pertama kali ke ibu kota raya. Memperlihatkan kampus dimana kakak ditempa dan dididik selama tiga tahun. Maklum, dari pertama masuk sampai lulus, orang tua kakak tak pernah sekalipun menjenguk. Orang desa dek, gak tahu apa-apa. Yang terpenting kakak bisa lulus dan membanggakan orang tua. Dilanjutkan dengan membahagiakan keduanya.

After wisuda, 2013-2014

Dampak moratorium penerimaan CPNS 2012 masih berimbas pada angkatanku. Angkatan sebelumnya saja harus menunggu samapi 1 Oktober 2013 untuk TMT CPNS. Diambil segi positifnya saja. Aku bisa lebih punya banyak waktu untuk bermain kesana kemari. Sehingga dalam kurun waktu setahun kakak sudah mendaki gunung merbabu, ungaran, lawu, semeru, rinjani. Sedikit pamer lah ya. Tak sedikit juga pantai-pantai di Gunung Kidul, Pacitan, dan Wonogiri yang berhasil diexplore. Itulah sisi positifnya.

Setelah terombang-ambing kayak buih dalam Samudera Hindia, gak jelas nasibnya entah kemana. Akhirnya panggilan dari negara untuk segara mengabdi itu datang juga. Di bulan Agustus 2014 terlebih dahulu kami harus dinyatakan lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD). Semacam tes wajib para calon CPNS agar bisa masuk ke tahap selanjutnya, menjadi CPNS. TKD terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, dan Tes Kepribadian di BKN (Badan Kepegawaian Negara). Dengan batas minimal lulus 275 untuk D3 dan 245 untuk D1. Tapi tetap aja ada yang gak lulus walau sudah mengulang tiga kali. Nasib memang sudah digariskan. Mau tak mau yang gak lulus harus menebus ijazahnya kalau ingin melanjutkan mencari pekerjaan di luar. Waktu itu skor kakak 365, lagi-lagi masuk dalam peringkat pertengahan. Beruntungnya spesialisasi akuntansi bisa memilih seluruh instansi di Kementerian Keuangan tanpa kecuali. Beda untuk spesialisasi lain, missal Bea Cukai hanya bisa memilih Ditjen Bea Cukai, Pajak hanya bisa memilih Sekjen, BKF, dan DJP. Kakak memilih DJP dipilihan pertama dan Bea Cukai pilihan ke dua.

After Pengumuman Instansi

TKD is done dan pengumuman instansi yang ditunggu-tunggu datang juga. Alhamdulillah kakak masuk di Instansi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Instansi yang paling banyak pegawainya di Kementerian Keuangan, sekitar 34ribu. Tersebar di seluruh pelosok kota Indonesia. Dari sekitar 1200 mahasiswa spesialisasi akuntansi, 740-an masuk DJP. Sisanya tersebar di Instansi Bea Cukai, BPPK, Sekjen, Itjen, DJA, DJPB, DJKN. Pada jaman kakak hanya diberikan 2 pilihan instansi. Anak akuntansi yang nilai TKD-nya tidak bisa bersaing dengan anak lainnya dan kalah dalam 2 pilihannya maka secara otomatis akan dimasukkan dalam instansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan, notabane sepi peminat untuk anak spes akun.


Setelah TKD dan pengumuman instansi datanglah pengarahan dari Kementerian Keuangan dilanjutkan dari instansiku, DJP. Dan saat itu pulalah diumumkannya tempat kami bakal magang atau On Job Training. Angkatanku adalah angkatan yang paling banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasti bakal tambah tersebar di seluruh Pulau Jawa dan apesnya kelempar di pulau seberang, Bali. Tebak dimana kakak waktu itu dapat tempat magang? Di KPP Pratama Sidoarjo Barat. Nama sudah tertulis di surat tugas dan bagaimanapun ini termasuk tugas Negara dan harus dilaksanakan. Cerita dari tahun sebelumnya, tempatmu magang bakal mempengaruhi definitifmu nanti. Dan itu memang benar. Mungkin akan kakak kupas di lain cerita.

11 November 2014

Hari senin, itulah hari pertama malaksanakan tugas magang/OJT di KPP Pratama Sidoarjo Barat. Yakinlah bahwa dimanapun kamu bakal berada, disana sedang menunggu bakal calon kawan-kawan baru. Sedih memang harus keluar dari rutinitas dan zona nyaman sebelumnya. Tapi singa tak akan mendapat mangsa kalau gak keluar dari sarang. Berbekal surat tugas, sendiri kakak menenteng tas jinjing dan daypack menuju Sidoarjo.

Terdiri dari 8 orang yang mendapat tugas magang di Sidoarjo Barat. Dan kebetulan dua orang asli Sidoarjo, satu Surabaya, satu Trenggalek, satu Madiun, tiganya anak ngekos termasuk aku. Tujuh cowok satu cewek, empat spesialisasi akuntansi, 4 spesialisasi pajak. Itulah kawan-kawan baru kakak selama 11 November - 29 Juli 2015. Sembilan bulan lamanya kakak melaksanakan OJT dan magang di kantor 603. Banyak pengalaman-pengalaman baru, melihat lika-liku dan intrik pegawai kantor. Dan itulah bekal selanjutnya untuk dibawa di kantor definitif. Bawalah yang baik dan tinggalakan yang buruk.

13 Juli 2015
Itu rasa-rasanya baru kemarin banget ya. Sebulan lebih dari kakak menulis tulisan ini. Itu beberapa hari sebelum lebaran. Setelah sebelumnya banyak isu sliwar-sliwer tentang tanggal definitive. Alhamdulillah lagi kakak mendapatkan tugas mengabdi di KPP Pratama Tabanan. Tempat dimana kakak sekarang mengabdi. Dimana itu Tabanan? Kurang familiar mungkin ya. Yup, di pulau seberang yang dari tadi kakak bilang, Bali. Formasi penempatan untuk angkatan kakak based on IPK. Dan IPK kakak yang di pertengahan dari 740-an spes akuntansi. Semakin besar urutan peringkatmu semakin ke timur penempatan definitifmu.


Sekiranya seperti itulah perjalan singkat yang dapat kakak share tentang gambaran dari masuknya STAN yangs ekarang sudah berubah menjadi PKN-STAN samapi bekerja di DJP. Semoga menjadi ancang-ancang dan pencerahan bagi adik-adik yang berniat kuliah di PKN-STAN dan bekerja di Kementerian keuangan. Satu hal yang pasti, semuanya itu butuh kerja keras, usaha dan kesungguhan ditambah sedikit keberuntungan. Semoga selalu beruntung. :D


Minggu, 30 Agustus 2015
Ditulis di kostan Bu Dewi belakang Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan




41 komentar:

  1. Perjalanan panjang tapi Orang lain hanya melihat enaknya

    ReplyDelete
  2. Jalan yang panjang untuk smpai tujuan, smg nanti bias nyusul kayak kakak juga. Nice story kak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat dek, semoga lekas menyusul

      Delete
  3. Kak,kalo spes akuntansi tapi IPK 3,lebih dikit kira kira bisa masuk DJP nggak?
    Kalo jaman kakak,yg IPK 3,lebih dikit ada nggak yg masuk DJP?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kok dek. Kalo instansi kan yg menentukan ketrimanya pas TKD.

      Delete
    2. Kak permisi saya calon mahasiswa pkn stan 2016 mau bertanya beberapa pertanyaan.

      1.apakah kans saya masuk pajak sebagai pilihan 1 besar dengan kondisi tahap 1 dan 2 sudah lolos tapi tahap3 yaitu tkd saya skor hanya 348 dan ada di pertengahan sedikit ke bawah serta saat tes tahap 1 saya menjawab 101 soal tpa dan 57 soal tbi.kakak waktu itu berapa menjawabnya agar masuk d3 akuntansi?

      2.Jika saya masuk spes pajak,apakah memiliki kesempatan untuk berkarir lebih tinggi dan menjadi pemimpin di djp layaknya spes pajak?

      3.Apakah masa depan spes penilai bagus kak? Apa penilai itu istimewa karena kuotanya yang sedikit atau sebaliknya??

      Note:Tahun ini STAN mengakumulasi dari tahap 1 hingga tkd
      Serta ini pilihan saya:
      1.D3 pajak,2.d3 akuntansi,3
      D3 penilai,4.d3 manajemen aset ,5.d3 kebendaharaan negara,6
      .D3 beacukai,7.D1pajak,8
      D1 beacukai..bagaimana kansnya kak,terimakasih :)

      Delete
    3. Tinggal berdoa aja dek kalau udah lulus di tkdnya.

      Tahun ini spes pajak gak pasti masuk djp deh dek. Pkn stan skrng mahasiswanya kan bisa di t4kan kementerian lainnya.

      Kalau penilai kebanyakan ditempatkan kpknl.

      Delete
    4. Kpknl itu apa kak?

      Delete
    5. KPKNL itu Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang

      Delete
  4. Assalamu'alaikum kak 😊
    Ceritanya berkesan banget kak..
    Minta do'anya buat tanggal 29 nanti ya kak.. Biar bisa jadi mahasiswa baru spesialisasi D3 Pajak stan 2016 😊

    ReplyDelete
  5. Gaji beserta tunjangannya berapa ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih dari cukup dek. Yg pasti paling gede di kementerian keuangan. Wkwkwk

      Delete
  6. Gaji dan tunjangan kakak berapa ya?

    ReplyDelete
  7. Halo kak, saya ingin bertanya. Saya baru saja diterima di STAN D1 Pajak. Namun, kemarin saya sudah diterima sbmptn di ITB fakultas ilmu & teknologi kebumian (FITB). Saya bingung sekali kak, tadinya kalau saya dapet D3 stan saya fix akan mengambil stan saja, tapi ternyata dapetnya hanya D1 kak. Bagaimana pendapat kakak akan hal ini? khususnya saya seorang wanita, lebih baik pilih yang mana kak. Terima kasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal kamu pengen cepet kerja atau lama-lama kuliah dek. Enaknya D1 ya cuman setahun kuliah trus setelah wisuda lngsung kerja. Gaji pun lumayan.

      Delete
    2. penting diingat bahwa kalo posisi kamu bukan sebagai tulang punggung keluarga atau butuh pekerjaan secepatnya, d1 is not worth the risk.

      Delete
  8. Assalamualaikum kak, apakah gelar d1 pajak Bisa kerja di DJP kak? Lalu apakah DJP emg pilihan utama semua orang karena tunjangan paling besar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bisa dek. Tp kalo d1 g ada gelarnya deh. Kalo kakak lihat sih paling banyak dipilih dek dibanding instansi lainnya

      Delete
  9. Kak, maksudnya "tempatmu magang bakal mempengaruhi definitifmu nanti" itu gimana kak? Kan kakak tadi magang/OJT nya di KPP Sidoarjo Barat tapi ditempatin kerja nya di Bali, terus hubungannya apa kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksutnya, sidoarjo kan jawa timur. Penempatannya juga ke timur kayak dibali. Misal ojt di bali penempatannya pun ke timur lagi kek ntb ntt papua.

      Delete
  10. Kak numpang tanya...
    ketika kakak tidak mengikuti ospek dinamika apakah kakak mendapat hukuman setelahnya? Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo jaman 2010 dulu masih g ada hukuman dek. Kalo sekarang wajib dinamika deh

      Delete
  11. sangat informatif kak, btw d seksi apa kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di subbagian umum dan kepatuhan internal dek

      Delete
  12. Mohon do'anya kak, insya Allah saya lulus D3 Akuntansi tahun ini, semoga saya penempatan di lokasi dekat orangtua saya. Karena saya sangat ingin mengurus orangtua saya di Bandung. Aamiin. Semoga dimudahkan dan dilancarkan segala urusan kakak, dan para pembaca di blog ini. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin dek. Semoga dilancarkan ya sampai penempatannya

      Delete
  13. Penasaran sama cerita ojtnya kak kenapa berpengaruh sm definitif. Oiya kenalkan saya Miranty stan 2013, bulan depan sepertinya menurut kabar angkatan kami akan mulai ojt. Jadi penasaran sm cerita ojt hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo untuk cewek agak sedikit berbeda kok dek kota definitifnya, lebih agak enakan lah dibanding cowok. hehe

      Delete
  14. apakah masuk stan ada test fisik kak seperti berlari? berat badan saya 95kg dan itu membuat saya ragu kak. trims

    ReplyDelete
  15. Coba bahas dong mas kenapa tempat magang ngaruh ke penempatan definitif :D saya penasaran banget nih..

    ReplyDelete
  16. kalau IPK nya 3,7.. apakah pilihan OJT yg kita pilih dapat dikabulakan. teimakasih atas infonya

    ReplyDelete
  17. Assalammualaikum kak, saya yusri calon mahasiswa STAN 2017,saya kan masih bingung milih jurusannya antara akuntansi dan pajak,sedangkan saya tdk begitu mengerti akuntansi,dan kurang teliti, kira2 akuntansi itu susah bgt gk sih kak? Trus katanya akuntansinya lbih susah dri SMA?? Soalnya itu permintaan ortu,dan min IP itu brapa?? Da min IPK nya brapa? Terima kasih sebelumnya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. gampang dek kalau dipelajari, ip smt 1 min 2,45 ipk min 2,75

      Delete
  18. Tahun ini aku pengen daftar di stan. Tapi masih takut terbayang2 sama usm nya. Susah gak si kak?
    Dulu kaka pas daftar kemudian ikut usm itu ikut bimbel apa belajar dari mana kak? Kan stan sendiri persaingan masuknya wow lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu aku mikirnya juga susah, tp alhamdulillah bisa. gak ikut bimbel dek dulu aku,

      Delete
  19. Bismillah tahun ini daftar di stan.
    Tapi masih takut terbayang2 sama usm nya kak. Dulu kaka persiapan masuk stan gimana. Apa kaka ikut bimbel? Apa cuma belajar dari buku?
    Soalnya kan stan persaingannya wow lah.

    ReplyDelete
  20. maaf kak mau nanya, kakak dulu waktu pendaftaran ngisi urutan pilihannya bagaimana ya kak? dan kakak diterima di pilihan urutan ke berapa? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu aku urutannya pajak, akuntansi, pbb. keterima di pilihan kedua

      Delete
  21. Ass. Kak klo boleh tau penempatan kuliahnya kita bis pilih sendiri kah??

    ReplyDelete

Please add your comment. But polite, and not excessive.