Copyright © Perjalanan Hidupku
Monday, February 8, 2016

Hati-hati dengan Hati (2)

Mendefinisikan arti cinta.
Berarti memahami dan menghayati perasaan.
Kamu bisa mengibaratkannya sebuah labirin.
Sebuah teka-teki.
Harus ditelusuri.
Harus dipecahkan.
Kadangkala terjebak.
Beruntung bisa menemukan jalan kembali.
Serumit itukah yang namanya memahami?

Beda cerita bila kamu tau kunci melewati labirin sampai pintu terakhir.
Beda cerita bila kamu tau jawaban dari teka-teki itu.
Seperti itulah apa yg sedang aku pahami dg cinta.
Begitu rumit
Tak mau berdamai dg perasaan.

Kalijambe, 08 Februari 2016

Hati-hati dengan Hati

Disaat hanya mengunci hati dg hanya satu hati yg lainnya
Benar-benar hanya untuk dia selamanya
Kemudian dia meretakkan dan mengkeping-kepingkannya
Menjadi jutaan
Tak berharga
Bahkan hilang tak membekas bila dihempas

Tapi
Kemudian
Mencoba menyatukan jutaan kepingan hati itu
Waktu membantunya
Retak-retakan dari kepingan diplester satu per satu
Kemudian mencoba mengunci hati lainnya
Sekali lagi
Jangan membuat goresan kecil
Walau hanya kecil
Hati ini rapuh
Dulunya pernah menjadi berkeping-keping
Ya?

Kalijambe, 07 Februari 
Sunday, January 10, 2016

Perjalanan dari Masuk STAN Hingga Bekerja di DJP

Tahun ke-1, Tahun 2010

Keputusan itu sudah aku ambil. Aku memilih mencoba merantau di ibu kota negara. Awalnya memang tak kusangka kalau aku lolos dengan persaingan 1:400. Itu adalah takdir, sudah tertulis di Lauh Mahfudz bahwa memang aku akan diterima di STAN (red: PKN-STAN). Tinggal aku akan menjalaninya atau aku akan tetap bersekolah di kota yang sama semasa menengah ke atas.

Waktu itu bulan puasa, pertengahan Agustus 2010. Kami yang sebelumnya dikumpulkan dalam satu wadah organisasi daerah, PASPILO (Paseduluran Priyayi Solo). Dikoordinir oleh kakak kelas yang sudah lulus. Dibantu untuk mencari kosan bareng-bareng. Dalam satu bus melaju pergi meninggalkan Kota Solo dan melesat menuju ibu kota.

Saturday, October 31, 2015

Aku

Aku bernama lengkap Muhammad Rochim. Mulai sejak SMP lebih akrab dipanggil ochim. “R”-nya hilang. Muhammad artinya “orang yang terpuji”, Rochim artinya “penyayang”. Mungkin itulah doa yang diharapkan orang tuaku atas namaku. Aku terlahir di Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Kamis Pahing, 10 September 1992. Ayahku bernama Suyamto, golongan darah O. Ibuku bernama Sumi, golongan darah AB. Secara ilmu biologi, antara O dan AB maka turunannya bisa A, B, AB, dan O. Dari ke empat probabilitas itu golongan darah B mengalir dalam tubuhku. Sedangkan adikku A. Iya, aku dua bersaudara, laki-laki semua.

Saturday, July 11, 2015

Hari Sabtu Terakhir di Ramadhan

Tak ada yang istimewa di hari ini. Teman-teman kos pada pulang kampung. Tapi aku memutuskan tetap di kosan ditemani satu teman yang sama-sama gak pulang. Malam harinya begadang sampai jam satu malam. Ya emang aku nyebutnya begadang kalau belum tidur sampai jam 00:00. Dimulai dengan insiden ada tikus curut dalam kamar, diobrak-obrak dan akhirnya keluar. Berasa kotor gara-gara dilewatin tikus, tengah malam harus ngepel lantai di kamar. Gak papa sih, terakhir ngepel ya kemarin sebelum evaluasi prajabatan, 2 minggu lalu.

Bangun siangan, dan merasa gak ada kerjaan nyuci piring seabrek di dapur. Itung-itung beramal. Teman-teman pada ninggal piring, gelas kotor sebelum pada pulang. Kebiasaan. 

Sore hari, sendiri, si Gama main ke Surabaya. Mungkin buka bersama atau apalah aku kurang tau. Agak syahdu juga sore-sore sendiri motoran mencari pembatal puasa. Tapi serasa begitu mengasyikkan, melewati perumahan, memandang langit. Selalu saja suka langit di sore hari. Membeli es buto ijo dan nasi bebek. So yummy. ^_^



Selamat berbuka puasa manteman. 


11 Juli 2015