Copyright © Perjalanan Hidupku
Saturday, July 11, 2015

Hari Sabtu Terakhir di Ramadhan

Tak ada yang istimewa di hari ini. Teman-teman kos pada pulang kampung. Tapi aku memutuskan tetap di kosan ditemani satu teman yang sama-sama gak pulang. Malam harinya begadang sampai jam satu malam. Ya emang aku nyebutnya begadang kalau belum tidur sampai jam 00:00. Dimulai dengan insiden ada tikus curut dalam kamar, diobrak-obrak dan akhirnya keluar. Berasa kotor gara-gara dilewatin tikus, tengah malam harus ngepel lantai di kamar. Gak papa sih, terakhir ngepel ya kemarin sebelum evaluasi prajabatan, 2 minggu lalu.

Bangun siangan, dan merasa gak ada kerjaan nyuci piring seabrek di dapur. Itung-itung beramal. Teman-teman pada ninggal piring, gelas kotor sebelum pada pulang. Kebiasaan. 

Sore hari, sendiri, si Gama main ke Surabaya. Mungkin buka bersama atau apalah aku kurang tau. Agak syahdu juga sore-sore sendiri motoran mencari pembatal puasa. Tapi serasa begitu mengasyikkan, melewati perumahan, memandang langit. Selalu saja suka langit di sore hari. Membeli es buto ijo dan nasi bebek. So yummy. ^_^



Selamat berbuka puasa manteman. 


11 Juli 2015
Saturday, June 27, 2015

Kenapa pencuri itu mencuri dari orang miskin sepertiku?

Tanggal 25 Juni 2015.

Selesai sudah rangkaian kegiatan prajabatan golongan II gelombang 3. Penutupan sore itu begitu menyenangkan dan sedikit sendu. Karena kami kelas 23K yang dipertemukan dalam waktu 2 minggu harus berpisah. Menyebar kembali ke instansi masing-masing. Begitu banyak kenangan manis dan pahit diberikan dalam prajabatan ini.
Saturday, June 6, 2015

Rindu part III

Masih ingatkah kalian
saat kita semua memandang langit
Dan melihat rasi bintang
Di tepi pantai
Di atas pasir
Diterpa angin laut
Di balik bebukitan

Bercanda,
Berbagi cerita satu sama lain
Mendirikan tenda
Membuat api unggun
Membicarakan wanita idaman masing-masing
Mengeluhkan cerita-cerita masa lalu
Selalu saja ada bahan yg diributkan
Dan itu rasanya baru saja kemarin
Time flies so fast

Terpisah di kota yang berbeda
Berjarak ratusan kilometer dari tempat yg kita sebut rumah
Sehat selalu kawan
Dimanapun kalian berada
Nama kalian selalu ada di dalam tiap doaku.

Saturday, May 30, 2015

Rindu part II

Rambutmu saat itu sudah lebih banyak memutih. Wajahmu nampak banyak kerutan dan begitu lelah. Kakimu bahkan sedikit bengkok. Dulu engkau pernah bercerita, waktu mudamu sering meminggul dagangan saat ke pasar.

Masih segar dalam ingatanku caramu tertawa. Terlihat gigi-gigimu yang masih lengkap. Caramu berjalan, caramu marah, caramu menangis. Bagaimana mungkin aku tak ingat, 22 tahun engkau selalu bersamaku.

Dan beberapa masa lalu pernah bilang, engkau berjanji tak akan mati sebelum ikut merasakan gaji dariku, cucu pertamamu.

Beberapa waktu lalu diam-diam engkau selalu menyimpan buah-buah yg dikasih bulik sampai aku pulang. Tak harus menungguku pulang untuk memakannya mbah.

Beberapa waktu lalu bahkan aku masih selalu menjabat dan mencium tanganmu sebelum berangkat ke perantauan. Meminta doa restumu dilancarkan segala urusanku disini. Mendapat penempatan yang dekat dengan rumah.

Dan beberapa waktu lalu bahkan engkau diam-diam tiap malamnya selalu tahajud. Memohon sang Pencipta, melancarkan rezeki anak-anak dan cucumu.

Dan ternyata hampir dua bulan engkau meninggalkan kami. Beberapa hari ini aku begitu kangen. Dan aku tak tau harus bagaimana cara meluapkannya. Harus bersedih? Menangis? Bahkan berkali-kali engkau selalu hadir di dalam mimpiku.

Simbah....., cucumu kangen. 
Wednesday, May 13, 2015

Rindu part I

Saat dirimu punya banyak waktu untuk merenung.
Entah kenapa ada saja rasa rindu yg terselip.
Ada saja mencuri-curi kesempatan.
Rindu.
Masa, tempat, kenangan, seseorang.
Hanya saja
alangkah baiknya
Rindu itu kamu lipat-lipat lagi.
Mumpung masih baru terselip. ��

Dear no one.